Laporan Praktikum konsep dasar IPA II

“Amankah makananku?”

 DISUSUN OLEH (KELOMPOK 6) :

Nopsi Eka Puspa

Herrywanto Lumban Tungkup

Intan Gusti Pratiwi

Tri Kustanto

Nuki Diniarta

DOSEN PENGAMPU : Dr. Hj. Endang Widi W, M. Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

 

KEGIATAN 8 : “AMANKAH MAKANANKU?”

Kelas 5, semester 1

Kompetensi Dasar

3.1. Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan.

Indikator

siswa dapat:

  1. menguji kandungan boraks di dalam bahan makanan;
  2. memilih makanan sehat berdasarkan informasi yang dimiliki.

Saran Penerapan dalam Pembelajaran

Kegiatan ini dapat digunakan kegiatan inti maupun pemantapan pada pembelajaran siswa tentang ”Makanan dengan Tambahan Bahan Buatan.”

Alat dan Bahan

  1. Berbagai macam bahan makanan yang diduga mengandung boraks (seperti tahu putih, tahu kuning, kerupuk jangek, mie putih, mie kuning,tempe dan salah satu contoh makanan ringan/snack ).
  2. perasan air kunyit / ekstrak kunyit,
  3. larutan borak,
  4. sendok plastik,
  5. cawan petri,
  6. spidol,
  7. pipet tetes,
  8. tisue,
  9. air putih/mineral, dan
  10. kain putih/ kain kaos.

Prosedur/ Langkah Kerja

  1. Kupaslah kunyit, lalu tumbuk kunyit atau blender kunyit. Bungkuslah kunyit dengan kain putih, lalu diperas untuk memperoleh air kunyit/ekstrak kunyit.
  2. Buatlah larutan boraks dengan cara memasukkan sedikit boraks ke dalam satu sendok teh air putih/mineral.
  3. Campurlah lima tetes larutan kunyit dengan lima larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hingga rata dan berwarna merah kecoklatan. Larutan berwarna merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator adanya kandungan boraks dalam bahan makanan.
  4. Haluskan makanan dengan sendok plastik sampai halus, dan letakkan berbagai macam bahan makanan yang telah disediakan di atas cawan petri. Kemudian beri nama pada makanan tersebut di lantai dan ditulis dengan spidol.
  5. Dengan menggunakan pipet, teteskanlah air kunyit ke atas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi. Amati dan catat perubahan warna yang terjadi.

Warna bahan makanan yang telah ditetesi ekstrak kunyit dibandingkan dengan larutan boraks dicampur dengan kunyit(indikator), contohnya:

 

 

 

Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks.

6.   Catat hasil pengujian pada tabel berikut.

Tabel Uji Kandungan Boraks dalam Makanan

no

Jenis Bahan

Kandungan boraks

+

1

Tahu putih

2

Tahu kuning

3

Kerupuk Jangek

+

4

Mie putih

5

Mie kuning

6

Snack/makanan ringan

+

Pertanyaan :

  1. Bahan makanan manakah yang mengandung boraks?
  2. Bahan makanan manakah yang tidak mengandung boraks?
  3. Umumnya boraks digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Menurutmu, apakah ada cara lain untuk mengawetkan bahan makanan?
  4. Boraks berbahaya bagi tubuh. Bahan makanan manakah yang sebaiknya tidak dimakan?

Jawaban :

  1. Bahan makanan yang mengandung boraks adalah Kerupuk Jangek.
  2. Bahan makanan yang tidak mengandung boraks adalah tahu putih, tahu kuning, mie putih, mie kuning dan snak/makanan ringan.
  3. Menurut kelompok kami cara lain untuk mengawetkan bahan makanan adalah dengan menggunakan bahan pengawet alami contohnya garam dan gula.
  4. Bahan makanan yang tidak boleh dimakan adalah kerupuk jangek, karena mengandung boraks.

Penjelasan

Boraks adalah suatu senyawa kimia yang dapat menyebabkan rasa gurih dan menimbulkan sifat kenyal pada daging. Boraks sering digunakan untuk meningkatkan rasa gurih, kenyal, serta pengawet bahan makanan tertentu seperti bakso, mie, dan kerupuk. Di pasar-pasar tradisional boraks dikenal dengan nama bleng. Boraks bukanlah bahan makanan, melainkan bahan pengawet kulit. Penggunaan boraks yang terus menerus dalam makanan dapat menyebabkan keracunan, bahan pemakaian yang berlebihan pada makanan dapat menyebabkan kematian, tanda-tanda keracunan boraks antara lain mual, kepala pusing, kadang-kadang demam, dan timbul bintik merah pada kulit.

Air kunyit banyak mengandung kurkumin (bahan kimia utama pemberi warna kuning pada kunyit). Kurkumin merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan boraks didalam makanan. Pada kondisi asam, kurkumin akan berwarna kuning, dan dalam keadaan basa akan berwarna merah kecoklatan sehingga air kunyit dapat dijadikan indikator adanya asam basa. Boraks berada dalam bentuk senyawa yang di sebut boro-kurkumin. Senyawa ini berwarna merah kecoklatan.

Pengawetan, peningkatan rasa, dan aroma disarankan menggunakan bahan dan cara-cara alami. Pengawetan bahan makanan dapat dilakukan dengan pengeringan, pemanasan, penggaraman, penambahan gula dan sebagainya. Setiap cara pengawetan makanan ada keuntungan dan kerugiannya.

Pada saat memeras kunyit, tangan sebaiknya dibungkus dengan plastik karena warna kunyit yang melekat di tangan sulit dihilangkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s