Laporan Praktikum konsep dasar IPA II

“Amankah makananku?”

 DISUSUN OLEH (KELOMPOK 6) :

Nopsi Eka Puspa

Herrywanto Lumban Tungkup

Intan Gusti Pratiwi

Tri Kustanto

Nuki Diniarta

DOSEN PENGAMPU : Dr. Hj. Endang Widi W, M. Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

 

KEGIATAN 8 : “AMANKAH MAKANANKU?”

Kelas 5, semester 1

Kompetensi Dasar

3.1. Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan.

Indikator

siswa dapat:

  1. menguji kandungan boraks di dalam bahan makanan;
  2. memilih makanan sehat berdasarkan informasi yang dimiliki.

Saran Penerapan dalam Pembelajaran

Kegiatan ini dapat digunakan kegiatan inti maupun pemantapan pada pembelajaran siswa tentang ”Makanan dengan Tambahan Bahan Buatan.”

Alat dan Bahan

  1. Berbagai macam bahan makanan yang diduga mengandung boraks (seperti tahu putih, tahu kuning, kerupuk jangek, mie putih, mie kuning,tempe dan salah satu contoh makanan ringan/snack ).
  2. perasan air kunyit / ekstrak kunyit,
  3. larutan borak,
  4. sendok plastik,
  5. cawan petri,
  6. spidol,
  7. pipet tetes,
  8. tisue,
  9. air putih/mineral, dan
  10. kain putih/ kain kaos.

Prosedur/ Langkah Kerja

  1. Kupaslah kunyit, lalu tumbuk kunyit atau blender kunyit. Bungkuslah kunyit dengan kain putih, lalu diperas untuk memperoleh air kunyit/ekstrak kunyit.
  2. Buatlah larutan boraks dengan cara memasukkan sedikit boraks ke dalam satu sendok teh air putih/mineral.
  3. Campurlah lima tetes larutan kunyit dengan lima larutan boraks. Aduk kedua larutan itu hingga rata dan berwarna merah kecoklatan. Larutan berwarna merah kecoklatan itu dapat dijadikan indikator adanya kandungan boraks dalam bahan makanan.
  4. Haluskan makanan dengan sendok plastik sampai halus, dan letakkan berbagai macam bahan makanan yang telah disediakan di atas cawan petri. Kemudian beri nama pada makanan tersebut di lantai dan ditulis dengan spidol.
  5. Dengan menggunakan pipet, teteskanlah air kunyit ke atas contoh bahan makanan yang telah dihaluskan tadi. Amati dan catat perubahan warna yang terjadi.

Warna bahan makanan yang telah ditetesi ekstrak kunyit dibandingkan dengan larutan boraks dicampur dengan kunyit(indikator), contohnya:

 

 

 

Bahan makanan yang berubah warna menjadi merah kecoklatan setelah ditetesi air kunyit diduga mengandung boraks.

6.   Catat hasil pengujian pada tabel berikut.

Tabel Uji Kandungan Boraks dalam Makanan

no

Jenis Bahan

Kandungan boraks

+

1

Tahu putih

2

Tahu kuning

3

Kerupuk Jangek

+

4

Mie putih

5

Mie kuning

6

Snack/makanan ringan

+

Pertanyaan :

  1. Bahan makanan manakah yang mengandung boraks?
  2. Bahan makanan manakah yang tidak mengandung boraks?
  3. Umumnya boraks digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Menurutmu, apakah ada cara lain untuk mengawetkan bahan makanan?
  4. Boraks berbahaya bagi tubuh. Bahan makanan manakah yang sebaiknya tidak dimakan?

Jawaban :

  1. Bahan makanan yang mengandung boraks adalah Kerupuk Jangek.
  2. Bahan makanan yang tidak mengandung boraks adalah tahu putih, tahu kuning, mie putih, mie kuning dan snak/makanan ringan.
  3. Menurut kelompok kami cara lain untuk mengawetkan bahan makanan adalah dengan menggunakan bahan pengawet alami contohnya garam dan gula.
  4. Bahan makanan yang tidak boleh dimakan adalah kerupuk jangek, karena mengandung boraks.

Penjelasan

Boraks adalah suatu senyawa kimia yang dapat menyebabkan rasa gurih dan menimbulkan sifat kenyal pada daging. Boraks sering digunakan untuk meningkatkan rasa gurih, kenyal, serta pengawet bahan makanan tertentu seperti bakso, mie, dan kerupuk. Di pasar-pasar tradisional boraks dikenal dengan nama bleng. Boraks bukanlah bahan makanan, melainkan bahan pengawet kulit. Penggunaan boraks yang terus menerus dalam makanan dapat menyebabkan keracunan, bahan pemakaian yang berlebihan pada makanan dapat menyebabkan kematian, tanda-tanda keracunan boraks antara lain mual, kepala pusing, kadang-kadang demam, dan timbul bintik merah pada kulit.

Air kunyit banyak mengandung kurkumin (bahan kimia utama pemberi warna kuning pada kunyit). Kurkumin merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan boraks didalam makanan. Pada kondisi asam, kurkumin akan berwarna kuning, dan dalam keadaan basa akan berwarna merah kecoklatan sehingga air kunyit dapat dijadikan indikator adanya asam basa. Boraks berada dalam bentuk senyawa yang di sebut boro-kurkumin. Senyawa ini berwarna merah kecoklatan.

Pengawetan, peningkatan rasa, dan aroma disarankan menggunakan bahan dan cara-cara alami. Pengawetan bahan makanan dapat dilakukan dengan pengeringan, pemanasan, penggaraman, penambahan gula dan sebagainya. Setiap cara pengawetan makanan ada keuntungan dan kerugiannya.

Pada saat memeras kunyit, tangan sebaiknya dibungkus dengan plastik karena warna kunyit yang melekat di tangan sulit dihilangkan.

Iklan

Laporan Praktikum konsep dasar IPA II

“PENGUJIAN KEBERADAAN VITAMIN C DALAM BUAH”

DISUSUN OLEH (KELOMPOK 6) :

Nopsi Eka Puspa

Herrywanto Lumban Tungkup

Intan Gusti Pratiwi

Tri Kustanto

Nuki Diniarta

DOSEN PENGAMPU : Dr. Hj. Endang Widi W, M. Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

 

I.      KEGIATAN 6

A.    Kompetensi dasar

1.3. Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan

1. Indikator

Siswa dapat:

  • Menjelaskan kegunaan iodium dalam pengujian vitamin C.
  • Menentukan keberadaan vitamin C dalam berbagai buah.

2.    Saran Penerapan dalam Pembelajaran

Kegiatan ini dapat dilakukan sebagai kegiatan inti atau pemantapan pada pembelajaran siswa tentang “ Makanan yang Bergizi dengan Jumlah dan sususnan Berimbang Menjadikan Tubuh Sehat”.

3.      Alat dan Bahan

  • Tablet vitamin C,
  • Larutan iodium atau larutan lugol,
  • Gelas/wadah,
  • bening,
  • Sendok makan,
  • Pipet tetes,
  • Air,
  • Beberapa buah seperti jeruk, tomat, kelapa, duku, mangga, dan jambu biji.

 4.      Prosedur/Langkah Kerja

  1. Campurkan 20 tetes iodium dengan air sebanyak 1 sendok makan(larutan akan berwarna kekuning-kuningan). Buat sebanyak sari buah yang mau diuji ditambah satu untuk diuji dengan vitamin C.
  2. Haluskan tablet vitamin C menjadi bubuk, masukkan ½ dari bubuk tadi kedalam gelas yang telah diisi air sebanyak 4 sendok makan. Aduk hingga bubuk vitamin C melarut sempurna.
  3. Buatlah sari buah dari buah yang akan diuji dengan cara memeras buah tersebut dan tempatkan di dalam wadah yang berbeda.
  4. Teteskan larutan vitamin C pada larutan iodium sehingga larutan berwarna bening.
  5. Hitunglah jumlah tetes larutan vitamin C yang digunakan.
  6. Selanjutnya, teteskan sari buah yang pertama sebanyak tetesan vitamin C ke dalam larutan iodium. Amati apakah warna iodium hilang.
  7. Ulangi prosedur nomor lima untuk sari buah yang lainnya.
  8. Catat hasil pengujian pada tabel berikut ini, kemudian buatlah simpulan sari buah mana yang mengandung vitaminC.

 5.      Tabel Uji Vitamin C  pada Buah

Bahan Yang Diuji

Warna larutan Iodium

Yang mengandung vitamin C

Sebelum Ditetesi

Setelah Ditetesi

Vitamin C

Kuning

Bening

Jeruk nipis

putih

Bening

Tomat Merah

Merah orange

Bening

Air kelapa

Putih

Coklat keruh

Cuka

Putih

Coklat keruh

mangga

Kuning

Bening

Asamsitrat

Putih

Bening

Duku

Putih

Coklat karuh

Ale-ale jeruk

Kuning

Bening

Mangga

Kuning

Bening

 Jeruk Limau  Kuning  Bening  √

6. Pertanyaan

1.     Larutan sari buah manakah yang dapat mengubah warna larutan iodium sama dengan warna larutan iodium yang diberi larutan vitamin C?

2.     Sari buah manakah yang mengandung vitamin C dan sari buah manakah yang tidak mengandung vitamin C? Jelaskan jawabanmu!

3.     Dapatkah percobaan ini dilakukan untuk menguji keberadaan vitamin C pada minuman dalam kemasan?

4.     Apakah ada perbedaan hasil pengujian kandungan vitamin C terhadap buah yang matang dan buah yang tidak terlalu matang?

7.    Fhoto Objek Setelah di tetesi Cairan Lugol


8.   Penjelasan

Vitamin C merupakan asam askorbat yang memiliki sifat dapat merusak warna iodium. Pencampuran vitamin C ke dalam larutan iodium yang berwarna coklat dapat mengubah warna coklat iodiummenjadi bening.Larutan iodium yang berwarna coklat dapat digunakan sebagai indikator keberadaan vitamin C di dalam bahan tertentu. Kandungan vitamin C yang terdapat di dalam buah segar biasanya tidak sebanyak pada tablet vitamin C.

9.   Lampiran Materi

          Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular. Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah teroksidasi oleh panascahaya, dan logam. Buah-buahan, seperti jeruk, merupakan sumber utama vitamin ini.

Sejarah penemuan

Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawanAlbert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937untuk penemuan ini.  Selama ini vitamin C atau asam askorbat dikenal perananny dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi.  Pada beberapa penelitian lanjutan ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak. Dua peneliti di Texas Woman’s University menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.

Peranan  dalam tubuh

Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan.

Buah jeruk, salah satu sumber vitamin C terbesar.

Vitamin c juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran.  Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau kotoran. Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusettsmenemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%.

Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat keadaan pecah-pecah di lidah scorbut, baik di mulut maupun perutkulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain, seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.

 

Laporan Penelitian Konsep Dasar IPA II

Proses Fotosintesis

DISUSUN OLEH (KELOMPOK 6) :

 

Nopsi Eka Puspa

Herrywanto Lumban Tungkup

Intan Gusti Pratiwi

Tri Kustanto

Nuki Diniarta

 

DOSEN PENGAMPUDr. Hj. Endang Widi W, M. Pd

 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS BENGKULU

2011

I.     KEGIATAN 4

A.    Kegiatan  :    PROSES FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN HIJAU

  • BENARKAH TUMBUHAN MENGHASILKAN ZAT TEPUNG ?

1.    KELAS 5, Semester 1

2.    Kompetensi Dasar

2.1 Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan

3.    Indikator

  • Siswa dapat menunjukkan bahwa zat tepung akan terbentuk di daun yang berwarna hijau dengan bantuan sinar matahari.

4.    Saran Penerapan dalam Pembelajaran

  • Percobaan ini dilakukan sebagai kegiataan inti pada pembelajaran siswa tentang ”Tumbuhan Hijau Memerlukan Bantuan Cahaya”.

B.    ALAT DAN BAHAN

  1. Daun bayam
  2. Kertas karbon atau kertas aluminium foil
  3. Alkohol 40%
  4. Larutan iodium atau lugol
  5. Spiritus(putih)
  6. Lampu spiritus/benzene
  7. Cawan petri
  8. Pinset
  9. Air
  10. Korek api
  11. Tungku lampu
  12. Tabung elmeyer
  13. Tabung reaksi
  14. Penjepit tabung reaksi

C. PROSEDUR/ LANGKAH KEGIATAN

1.    Pembuktian ada tidaknya zat tepung dalam jaringan daun bewarna hijau

  1. Pada hari pertama sebelum 1 hari praktek pilihlah daun yang terkena cahaya matahari.
  2. Tutup secara melingkar sebagian permukaan daun pada sore hari dengan kertas karbon. Biarkan daun tersebut melakukan fotosintesis selama dua hari.
  3. Petiklah daun tersebut pada siang hari dihari ketiga menjelang digunakan untuk praktik.
  4. Nyalakan lampu spiritus, letakkan tabung elmeyer diatas tungku, kemudian masak air hingga mendidih.
  5. Rebuslah daun tersebut dengan air sampai layu yang menandakan sel-sel sudah mati dan tidak berfungsi lagi. Isilah gelas dengan alkohol.
  6. Masukkan daun yang telah direbus kedalam gelas tersebut.
  7. Masukan gelas kimia berisi alkohol dan daun rebusan tersebut kedalam gelas ukur.
  8. Setelah daun berwarna pucat ambilah daun tersebut .
  9. Letakkan daun didalam piring kemudian tetesi dengan iodium secara merata.

Tujuannya adalah untuk menguji apakah di dalam daun tersebut terdapat zat tepung atau tidak. Zat tepung bila diberi alkohol akan terbentuk iodamilum yang bewarna biru sampai hitam..

Landasan Teori

Fotosintesis terjadi pada bagian tumbuhan yang berklorofil (paling banyak terdapat pada daun). Dengan bantuan cahaya matahari sebagai sumber energi, karbondioksida dari udara yang ditangkap oleh klorofil, dan air dari tanah, akan membentuk gula yang disalurkan ke bagian tubuh untuk digunakan atau disimpan, misalnya dalam bentuk zat tepung. Pada daun yang ditutup, tidak terdapat sinar, tidak terjadi proses fotosintesis, kerena itu tidak  terdapat zat tepung. Hal ini dibuktikan dengan dun yang tidak berwarna hitam/biru.

Jika ketika daun diberi iodium terjadi perubahan warna. Daun yang terkena cahaya matahari dan ditetesi iodium, akan berwarna biru kehitaman. Bagian daun yang tertutup ( tidak terkena cahaya) akan berwarna coklat( seperti warna iodium).

Iodium merupakan indikator untuk menentukan adanya kandungan zat tepung didalam daun. Jika iodium bereaksi dengan zat tepung (amilum), akan membentuk iodamilum yang berwarna biru kehitaman,

Daun buogenville, daun singkong, dan daun belimbing merepakan daun yang tipis, dan lapisan lilinnya pun tipis sehingga perubahannya cepat terlihat.

Jika menggunakan tabung reaksi untuk merebus daun dengan alkohol, tabung reaksi jangan menghadap ke arah siswa kerana larutan alkohol dapat menghasilkan letupan.

Kesimpulan

Selain itu dapat disimpulkan bahwa :

  1. Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.
  2. Gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen.
  3. Intensitas cahaya matahari dan karbondioksida ikut mempengaruhi pembentukan oksigen pada proses ini.
  4. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks dengan menggunakan energi matahari, CO2 dan H2O yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen.
  5. Bagian daun yang tidak tertutup kertas karbon menghasilkan warna ungu kehitam-hitaman yang menandakan terbentuknya amilum yang berarti menunjukkan terjadinya fotosintesis.
  6. Bagian daun yang ditutupi kertas karbon tidak mengalami perubahan warna dan ini berarti tidak terjadinya fotosintesis dan tidak terdapat amilum.

II.     Kegiatan 5

A.    kegiatan 5 :  BENARKAH FOTOSINTESIS MENGHASILKAN GAS ?

1.    Kompetensi Dasar

2.1. Mengidentifikasi cara tumbuhan hijau membuat makanan

2.    Indikator

Siswa dapat:

  1. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan gas
  2. Mangamati bahwa cahaya langsung mempengaruhi jumlah gas yang dihasilkan

3.    Saran Penerapan dalam Pembelajaran

  • Percobaan ini dilakukan sebagai kegiatan inti atau kegiatan pemantapan pada pembelajaran siswa tentang “Fotosintesis”.

4.    Alat dan Bahan

  • Pipa / selang bening
  • Tumbuhan air seperti hydrilla
  • Plastisin
  • Stopwacth

5. Prosedur/ langkah kerja

  1. Masukkan air pada botol yang telah disediakan. Air yang dimasukkan jangan terlalu penuh karena kalau penuh fotosintesis tidak akan berhasil.
  2. Kemudian ambil tumbuhan hidryla lalu masukkan ke botol yang telah tersedia . Masukkan tumbuhan tersebut hingga kedalam pipet.
  3. Setelah itu, tutup botol yang telah dimasukkan tumbuhan hidryla, sebelumnya tutup botol tersebut dibuat lubang sehingga pipet bisa dimasukkan ditengah tutup botol tersebut.
  4. Setelah itu, sedot sedikit air dari pipet yang berisi air . tetapi jangan disedot  sampai penuh melainkan setengahnya saja. Usahakan jangan ada rongga dari pipet tersebut.

6.     Tabel pengamatan

Hari/

Tanggal

Waktu

Jam

Lamanya pengamatan

Banyaknya Gelembung

Senin/

19-12-2011

Pagi

08.15 – 08.16

wib

1 menit

28 gelembung

Senin/

19-12-2011

Siang

11.10

 12.10

wib

1 menit

100 gelembung

Senin/

19-12-2011

Siang

13.00 – 13.01

wib

1 menit

104 gelembung

Senin/

19-12-2011

Sore

15.45 – 16.45

wib

1 menit

65 gelembung

Senin/

19-12-2011

Malam

20.00-20.01

1 menit

Tidak ada gelembung

7.    Pertanyaan

Soal :

  • Manakah yang lebih banyak menghasilkan gelembung gas, rangkaian yang terkena cahaya matahari langsung dan rangkaian yang terletak di dalam kelas?
  • Apakah Hydrilla masih menghasilkan gas jika cahaya matahari diganti dengan cahaya lampu?
  • Menurut pikiranmu, gas apakah yang dihasilkan pada proses tersebut?
  • Apa yang dapat dilakukan untuk mengukur volume gas yang dihasilkan tumbuhan per menit?

     Jawaban :

  • Gelembung gas akan lebih banyak dihasilkan jika rangkaian terkena cahya mtahari langsung
  • masih, tapi intensitas gelembung yang dihasilkan akan lebih sedikit.
  • menurut kelompok kami, gas tersebut adalah oksigen (O2) sebagai hasil fotosintesis yang dilakukan hydrilla.
  • menyiapkan penghitung waktu (jam, stopwatch), kemudian hitung gelembung yang muncul per satuan menit

8.     Pembahasan

  • Landasan Teori

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya.

Cara tumbuhan membuat makanannya sendiri disebut fotosintesis. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).

Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut  ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).

Jadi, pada keseluruhan reaksi fotosintesis CO2 + H2O -> karbohidrat ( C6H12O6 ) + O2. H2O diperlukan pada fotosintesis terang sebagai donor elektron yang akan menghasilkan O2, dan CO2 digunakan dalam reaksi gelap membentuk karbohidrat ( C6H12O6 ).

  1. KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan dapat disimpulkan bahwa fotosintesis membutuhkan cahaya yang cukup, dan laju fotoosintesis dapat dipengaruhi oleh banyaknya karbon dioksida, serta membutuhkan suhu yang optimum, karena enzim- enzim yang membantu proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu tertentu antara 300400c.

Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilatamenghasilkan oksigen. Berdasarkan hasil pengamatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan pada ruangan yang gelap lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan yang ditempatkan diluar ruangan ditempat terbuka dengan intensitas cahaya II walaupun waktu yang digunakan sama. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.

Laporan IPA kegiatan 2 MIKROSKOP

Laporan praktikum(kegiatan 2) Mikroskop

  • A.    TUJUAN
    1. Mahasiswa dapat mengenali komponen-komponen mikroskop
    2. Mahasiswa dapat menggunakan mikroskop

B.     LANDASAN TEORI

       Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan praktikum biologi di sekolah. Mikroskop berfungsi untuk melihat benda-benda atau organisme yang berukuran sangat kecil. Jenis mikroskop yang banyk digunakan di sekolah adalah Mikroskop monokuler. Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, jenis mikroskop dan kemampuan memperbesar benda juga semakin maju. Ada beberapa mikroskop yang kita kenal, yaitu: Mikroskop sederhana, mikroskop monokuler, mikroskop fase kontras, dan mikroskop electron.

       Dari berbagai mikroskop itu mikroskop elektron yang paling memiliki perbesaran paling tinggi, dapat memperbesar benda sampai 500.000 kali. Mikroskop ini menggunaakan elektron sebagai pengganti cahaya pada mikroskop cahaya.

       Satuan yang biasa digunakan pada obyek yang dilihat melalui mikroskop adalah mikron (1 milimeter = 1000 mikron). Perbesaran total didapat dari hasil perkalian perbesaran lensa obyektif dengan lensa okuler. Mosalnya: pengamatan dengan menggunakan lensa objectif dengan pembesaran 40 kali dan lensa okuler perbesaran total adalah = 10 x 40 =400 kali ukuran semula.

Bagian-bagian mokroskop

  • Lensa okuler
  • Tabung mikroskop
  • Tombol pengatur fokus kasar
  • Tombol pengatur fokus halus
  • Revolver
  • Lensa objektif
  • Lengan Mikroskop
  • Meja Preparat
  • Penjepit objek Glass
  • Kondensor
  • Diafragma
  • Reflektor/cermin
  • Kaki Mikroskop

Fungsi bagian-bagian mikroskop

  1. Lensa Okuler  :  Untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif
  2. Tabung Mikroskop : Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan
  3. Tombol Pengatur fokus kasar : Untuk mencari fokus bayangan obyek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik secara cepat
  4. Tombol pengatur fokus halus : Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehngga tabung mikroskop turun atau naik secara lambat
  5. Revolver : Untuk memilih lensa objektif yang akan digunakan
  6. Lensa objektif : Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.
  7. Lengan mikroskop : Untuk pegangan saat membawa mikroskop
  8. Meja Preparat : Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati
  9. Penjepit objek glass : Untuk menjepit preparat diatas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
  10. Kondensor : Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop
  11. Diafragma : Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop.
  12. Reflektor/cermin : Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya kedalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalnya sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misal sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.
  13. Kaki Mikroskop : Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan tangan mantap di atas meja

C.    ALAT DAN BAHAN

  • Mikroskop

D.    LANGKAH KERJA

  • Siapkanlah sebuah mikroskop cahaya
  • Amati mikroskop tersebut
  • Gambarlah hasil pengamatanmu
  • Tuliskanlah bagian-bagian mikroskop tersebut beserta fungsinya.
  • LENSA OKULER, yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.
  • LENSA OBJEKTIF, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
  • TABUNG MIKROSKOP (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
  • MAKROMETER (PEMUTAR KASAR), makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
  • MIKROMETER (PEMUTAR HALUS), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
  • REVOLVER, revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
  • REFLEKTOR, terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
  • DIAFRAGMA, berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
  • KONDENSOR, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
  • MEJA MIKROSKOP, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
  • PENJEPIT KACA, penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
  • LENGAN MIKROSKOP, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
  • KAKI MIKROSKOP, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
  • SENDI INKLINASI (PENGATUR SUDUT), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.

Laporan praktikum(kegiatan 3)

SEL

A.    TUJUAN

  • Mahasiswa dapat membedakan sel hidup dengan sel mati
  • Mahasiswa dapat mengenali organela-organela sel
  • Mahasiswa dapat membedakan sel hewan dan sel tumbuhan

B.     LANDASAN TEORI

       Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Semua fungsi kehidupan dan berlangsung di dalam sel. Oleh karena itu, sel dapat berfungsi autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

       Semua organisme selular terbagi kedalam dua golongan besar bedasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota. Organisme proakriota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archae, kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang biak di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.

        Organisme eukariota memliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, ornganel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota mwmiliki bwbwrapa kromosom linear didalam nuklei, di dalamnya terdapat sederat molekul DNA yang sangat panjang yang terbagia dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.

        Hewan tingkat tinggi tergolong ke dalam organisme eukariota. Sel pada hewan memiliki beberapa organela yang dipisah oleh membran, yaitu: reticulum, endoplasma, mitikondria, ribosom, lisosom.

        Tumbuhan juga tergolong ke dalam organisme eukariota. Namun, sel tumbuhan sedikit berbeda dengan sel hewan. Sel tumbuhan memiliki dinding sel dan organela untuk fotosintesis, kloroplast.

C.    ALAT DAN BAHAN

  • Mikroskop
  • Cutter/silet
  • Kaca preparat
  • Kaca penutup
  • Tusuk gigi
  • Metilin blue
  • Gabus singkong
  • Bawang merah

D.    LANGKAH KERJA

Kegiatan I mengamati sayatan gabus singkong

  • Sayatlah gabus singkong setipis mungkin secara melintang
  • Letakkan sayatan pada kaca preparat
  • Tetesi sayatan dengan metilin blue
  • Tutup sayatan dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat  di bawah mikroskop
  • Amati preparat melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu

Kegiatan II mengamati epidermis bawang merah

  • Ambilah satu siung bawang merah
  • Kelupaslah lapisan terluar bawang merah setipis mungkin
  • Letakkan lapisan tersebut dengan metilin blue
  • Tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat dibawah mikroskop
  • Amati bawang merah tersebut melalui mikroskop
  • Gambarlah hasil pengamatanmu
  • Sebutkan bagian-bagian yang nampakmdalam preparat

Kegiatan III mengamati epidermis kulit

  • Goreskan tusuk gigi pada pipi bagian dalam mulut
  • Letakkan hasil goresan tusuk gigi tersebut dengan metilin blue
  • Tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan preparat di bawah mikroskop
  • Amati preparat tersebut melalui mikroskop
  • Gambar hasil pengamatanmu
  • Sebutkan bagian-bagian yang nampak pada preparat

Kegiatan IV mengamati penampang melintang batang dikotil dan monokotil

1.   Gambar Sel Mati (Sel Gabus)

        Sel Mati (Sel Gabus) tidak melakukan aktifitas dan tidak memiliki bagian-bagian seperti pada sel tumbuhan karena sel gabus adalah bagian dari Sel tumbuhan.Sel gabus adalah jaringan pada tumbuhan agar jaringan di bawah Sel gabus ini tidak kehilangan kebanyakan air. Setelah diamati dapat disimpulkan bahwa sel gabus: bersifat kedapair,jaringan gabus dibentuk oleh kambium/felogen,sel gabus bagian dalam merupakan sel hidup yang disebut feloderm bagian luar berupa sel sel mati disebut felem.

2.  Gambar Sel Kulit Bawang Merah

        Sel bawang merah bentuknya berlapis-lapis seperti batu bata, di dalamnya terdapat cairan yang disebut cairan inti (nukleoplasma) berupa gel dan transparan dan cairan ini disebut karyotin yang mengandung senyawa kimia yang kompleks. Fungsinya untuk melindungi vakuola. Mempunyai inti sel, memiliki cairan di dalamnya dan ada aktifitas yang terjadi di dalamnya seperti pertukaran zat dalam sel.

3.   Gambar Sel Epitel

         Sel epitelium rongga mulut merupakan epitelium pipih berlapis banyak. Sel ini tidak memiliki dinding sel nyata, tetapi memiliki membran sel yang berfungsi memberi bentuk pada sel. Pada bagian tengah sel terlihat adanya inti sel serta terdapat cairan sitoplasma. Sel epitelium rongga mulut memiliki membran sel dan pada bagian tengah sel terlihat adanya inti sel serta terdapat cairan sitopla.

4.    Gambar Stomata pada permukaan bawah daun Rhoe Discolour (tanaman basah)

KESIMPULAN

        Berdasarkan pengamatan sel gabus, sel bawang merah, Rhoe discolor dan sel epitelium dinding pipi bagian dalam kami mendapatkan kesimpulan bahwa setiap organisme tersusun atas sejumlah besar sel. Dari pengamatan sayatan sel gabus, sayatan kulit bawang merah, Rhoe discolor maupun sel epitel dinding pipi bagian dalam dapat disimpulkan sel merupakan penyusun semua tubuh makhluk hidup mulai dari prokariotik maupun eukariotik. Bahkan organisme terkecil sekalipun seperti amoeba dan organisme renik lainnya tersusun atas sel.Dari hasil pengamatan dapat kita melihat persamaanya, baik sel bawang merah, Rhoe discolor maupun sel epitelium dinding pipi bagian dalam semuanya mengandung inti (nukleus).

         Bentuk sel bawang merah dan Rhie discolor juga sama yaitu berbentuk heksagonal. Sel Rhoe discolor memiliki stomata, sedangkan  Sel bawang merah bentuknya berlapis-lapis seperti batu bata di dalamnya terdapat cairan yang disebut cairan inti (nukleoplasma). Sel gabus bersifat kedap air, jaringan gabus dibentuk oleh kambium/felogen, sel gabus bagian dalam merupakan sel hidup yang disebut feloderm bagian luar berupa sel sel mati disebut felem. Sel epitelium rongga mulut merupakan epitelium pipih berlapis banyak. Sel ini tidak memiliki dinding sel nyata.

 

Interaksi Komponen Abiotik dan Biotik pada Ekosistem Kebun Sekolah

LAPORAN PRAKTIKUM
INTERAKSI KOMPONEN ABIOTIK DAN BIOTIK PADA EKOSISTEM KEBUN SEKOLAH

DISUSUN OLEH (KELOMPOK 6) :

  1. Nopsi Eka Puspa
  2. Herrywanto Lumban Tungkup
  3. Intan Gusti Pratiwi
  4. Tri Kustanto
  5. Nuki Diniarta

DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH:
Dra. Hj. Endang Widi Winarni,M,Pd
Dra. Dalifa,M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2011

Tujuan Kegiatan

  • Menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah
  • Menentukan derajat keasaman tanah
  • Menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap tanah terhadap air
  • Mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah

Alat Dan Bahan
a. menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah serta menentukan derajat keasaman tanah

  • Gelas ukur : 1 buah
  • Sendok plastik : 1 buah
  • Termometer : 1 buah
  • Cawan petri : 2 buah
  • PH-meter : 2 buah
  • Aquadest atau air netral : 40 ml
  • Tanah dari kebun sekolah : 100 gram
  • Tanah humus : 100 gram
  • b. menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap tanah terhadap air
  • Gelas ukur : 1 buah
  • Corong plastik : 1 buah
  • Kantung plastik : 3 buah
  • Kertas saring : 3 lembar ( 15 cm x 15 cm )
  • Timbangan : 1 buah
  • Tabung erlemeyer : 1 buah
  • Air bersih : 300 ml
  • Tanah kebun sekolah : 100 gram
  • Pasir : 100 gram
  • Tanah humus : 100 gram

c. mengidentifikasi tumbuhan dan hewan yang hidup pada ekosistem kebun sekolah

  • Buku
  • Pena

III.Langkah – langkah kegiatan
a. menentukan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah serta menentukan derajat keasaman tanah.
Kegiatan:

  • Ukurlah suhu udara dan suhu tanah didalam ekosistem kebun sekolah,
  • Ambillah contoh tanah dari kebun sekolah kira-kira 1 sendok makan dan masukkan kedalam cawan petri kemudian hancurkan dan tambahkan 20 ml air netral serta aduklah hingga rata,
  • Ambillah tanah humus kira-kira 1 sendok makan dan hancurkan kemudian masukkan kedalam cawan petri kmudian hancurkan dan tambahkan 20 ml air netral serta aduklah hingga rata,
  • Diamkan air selama kurang lebih 15 menit, dan tunggulah hingga air kembali menjadi jernih, lalu ukurlah berapa PH atau derajat keasaman air tanah tersebut,
  • Tulislah berapa besarnya PH atau derajat keasaman kedua contoh tanah tersebut dalam tabel,

b. menentukan kandungan air didalam tanah atau daya serap tanah terhadap air
Kegiatan 1:

  • Ambillah tanah basah dari kebun sekolah sebanyak 100 gram kemudian jemurlah diatas kertas koran hingga kering,
  • Ambillah pasir basah sebanyak 100 gram,
  • Ambillah tanah humus sebanyak 100 gram,
  • Timbanglah kembali tanah basah yang sudah dijemur,
  • Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut:

Daya serap tanah =(berat basah-berat kering)/(berat basah tanah) x 100%

Atau

Daya serap tanah =jumlah air yang di tuangkan – jumlah air yang menetes X 100%
Jumlah air yang dituangkan

Kegiatan 2

  • Siapkan tabung erlmeyer yang kering,
  • Siapkan corong plastik dan lapisilah menggunakan kertas penyaring dan letakkan di atas tabung erlemeyer,
  • Tuangkan tanah yang sudah dikeringkan pada cara pertama, diatas corong plastik yang telah dilapisi dengan kertas penyaring kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes kedalam tabung erlemeyer,
  • Tuangkan pasir yang telah di ambil pada cara pertama, diatas corong plastik yang telah dilapisi dengan kertas penyaring kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes kedalam tabung erlemeyer,
  • Tuangkan tanah humus yang sudah di ambil pada cara pertama, diatas corong plastik yang telah dilapisi dengan kertas penyaring kemudian tuangkan air sebanyak 100 ml secara perlahan-lahan, tunggulah hingga tidak ada lagi air yang menetes kedalam tabung erlemeyer,
  • Ukurlah sisa air yang menetes kedalam tabung erlemeyer,
  • Hitunglah daya serap tanah terhadap air dengan rumus sebagai berikut:

Daya serap tanah = (jumlah air yang dituangkan-jumlah air yang menetes)/(jumlah air yang dituangkan) x 100%

IV.Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan suhu udara dan suhu tanah dikebun sekolah

  • Suhu udara kebun sekolah 30o c
  • Suhu tanah kebun sekolah 27o c

Hasil pengamatan besarnya PH atau derajat keasaman tanah kebun sekolah dan tanah humus

No Jenis tanah PH Asam atau basa Subur atau tidak subur

  1. Tanah kebun sekolah     6      Asam       Tidak subur
  2. Tanah humus                8      Basa         Subur

Hasil pengamatan daya serap tanah terhadap air sebagai berikut:
1.    Tanah kebun sekolah
Diketahui:

  • Tanah basah 100 gram
  • Tanah yang sudah dikeringkan 40 gram
  • Air yang dituangkan 100 ml
  • Air yang menetes 66 ml
  • Ditanya: Daya serap tanah terhadap air?

Jawab:
Daya serap tanah = (berat basah-berat kering)/(berat basah tanah) x 100%

= (100 gram-66 gram)/(100 gram) x 100%
= 34%

2.    Pasir
Diketahui :

  • Tanah basah 100 gram
  • Air yang dituangkan 100 ml
  • Air yang menetes 50 ml
  • Ditanya: Daya serap pasir terhadap air?

Jawab :
Daya serap tanah = (jumlah air yang dituangkan-jumlah air yang menetes)/(jumlah air yang dituangkan) x 100%

= (100 ml-50 ml)/(100 ml) x 100%
= 50 %

3.    Tanah humus
Diketahui :

  • Tanah humus 100 gram
  • Air yang dituangkan 100 ml
  • Air yang menetes 80 ml
  • Ditanya: Daya serap tanah humus terhadap air?

Jawab :
Daya serap tanah = (jumlah air yang dituangkan-jumlah air yang menetes)/(jumlah air yang dituangkan) x 100%

= (100 ml-80 ml)/(100 ml) x 100%
= 20%
V. PEMBAHASAN
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.
Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:
1.    Abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.[4] Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya.[2] Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu:

  1. Suhu. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
  2. Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
  3. Garam. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.
  4. Cahaya matahari. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
  5. Tanah dan batu. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.
  6. Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.

2.   Biotik
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Heterotrof / Konsumen

Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.

2.    Pengurai / dekomposer

Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu:

  • aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
  • anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
  • fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.

Ketergantungan
Ketergantungan pada ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan abiotik Ketergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui:
Rantai makanan, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang.
Jaring- jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.
Ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi, seperti:

  • siklus karbon,
  • siklus air,
  • siklus nitrogen,
  • siklus sulfur.

2. Macam-macam Ekosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa suatu ekosistem terdiri dari lingkungan fisik (abiotik) , mahluk hidup (biotik), dan aliran materi dan energi (interaksi). Aliran materi dan energi dalam suatu lingkungan akuarium dapat disederhanakan sebagai suatu sistem rantai makanan.

A.     Ekosistem darat

Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.

2.     Bioma padang rumput

Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular

3.     Bioma Hutan Basah

Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik. Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.

4.     Bioma hutan gugur

Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang, Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).

5.     Bioma taiga

Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

6.     Bioma tundra

Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.

2.   Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.

  1. Plankton ;  terdiri alas fitoplankton dan zooplankton biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
  2. Nekton ;  hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
  3. Neuston :  organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
  4. Perifiton :  merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
  5. Bentos :  hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas misalnya cacing dan remis.

B.    Ekosistem air laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, kestuari, dan terumbu karang.
1.     Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal.
Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.

  • Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat
  • Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meterc. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m
  • Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).

Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut

  • Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200m.
  • Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200-1000m.
  • Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m
  • Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m|
  • Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000m.

Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.

C.   Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar:

  • tanaman atau hewan peliharaan didominasi bendungan
  • hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus
  • agroekosistem berupa sawah tadah hujan
  • sawah irigasi
  • perkebunan sawit
  • ekosistem pemukiman seperti kota dan desa
  • ekosistem ruang angkasa.
  • pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah.

Contoh ekosistem buatan adalah:

  1. Ekosistem kota memiliki metabolisme tinggi sehingga butuh energi yang banyak. Kebutuhan materi juga tinggi dan tergantung dari luar, serta memiliki pengeluaran yang eksesif seperti polusi dan panas.
  2. Ekosistem ruang angkasa bukan merupakan suatu sistem tertutup yang dapat memenuhi sendiri kebutuhannya tanpa tergantung input dari luar. Semua ekosistem dan kehidupan selalu bergantung pada bumi.

VI. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan kami lakukan, dapat diketahui bahwa jenis tanah yang baik untuk tanaman hijau adalah tanah humus. Karena tanah humus memiliki ph yang tidak asam dan juga tidak terlalu basa, yaitu sekitar 8-9. Selain itu tanah humus juga mengandung banyak unsur hara, yang ditandai dengan warna tanahnya yang hitam.

Tanah humus juga memiliki suhu yang relatif dingin yaitu sekitar 25 0 C, hal ini bagus untuk pertumbuhan tanaman hijau. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tanah kebun sekolah adalah tanah yang kurang subur, karena selain warna tanahnya yang kuning PH nya juga tergolong asam yaitu 6. Hal ini kurang bagus untuk perrtumbuhan tanaman hijau.
Berdasarkan dari hasil pengamatan yang kami lakukan dapat diketahui bahwa jenis tanah yang dapat menyimpan air adalah tanah humus, karena dari hasil percobaan yang dilakukan tanah humus memiliki daya serap 20%, tanah kebun sekolah 34%, dan pasir 50%. Sehingga air yang tersimpan dalam tanah humus adalah sebanyak 80%, tanah kebun sekolah 66%, dan pasir 50%. Jadi kesimpulannya tanah humus adalah jenis tanah yang paling tinggi dapat menyimpan air, dibandingkan tanah kebun sekolah dan pasir. Sedangkan untuk jenis tanah yang paling sedikit dapat menyimpan air adalah pasir. Karena pasir memiliki daya serap dan daya menyimpan air yang seimbang yaitu 50%.
Berdasarkan hasil percobaan yang kami lakukan dapat kami ketahui bahwa tanah yang subur bagi tumbuhan hijau adalah tanah humus yang memiliki ciri – ciri, yaitu:

  • Memiliki PH sekitar 7-9
  • Memiliki daya serap yang tinggi
  • Daya simpan air tinggi
  • Mengandung humus atau unsur hara.

Karena tanah kebun sekolah yang diamati tergolong tanah yang kurang subur, untuk memperbaikinya yang harus kita lakukan adalah, yang pertama, perbaiki struktur tanah dengan cara digemburkan. Tanah yang sudah digemburkan daya serap airnya juga akan bertambah. Setelah itu untuk menambah unsur haranya, sebaiknya diberi pupuk kandang yang cukup.
Hal yang harus dilakukan dalam perawatan agar tanaman dapat tumbuh dengan subur yaitu, selain memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, penyiraman yang teratur juga merupakan hal yang penting. Selain itu pembersihan gulma atau tumbuhan yang menggangu perlu dilakukan agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman.

VII. Rujukan
Hutagalung RA. 2010. Ekologi Dasar. Jakarta. Hlm. 13-15
(Inggris) Campbell NA, Reece JB. 2009. Biology. USA: Pearson Benjamin Cummings. Page. 415-419.
ITB. 2004. Ekosistem sebagai lingkungan hidup manusia. Diakses pada 11 April 2010.
Anonim. 2000. Susunan dan Macam EkosistemDiakses pada 11 Apr 2010.
Aryulina D, et al. 2004. Biologi SMA untuk kelas X. Jakarta: Esis.Hlm. 211-215.
Anonim. 2010. EkosistemDiakses pada 11 Apr 2010.
Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekosistem&oldid=4983434”

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.